Maret 17, 2012

Taubat

Manusia tak luput dari salah dan khilaf, terkadang atau mungkin sering melakukan maksiat/dosa baik kecil maupun besar, baik disengaja maupun tidak disengaja. itu mungkin karena manusia adalah makhluk yang lemah. Jika kita ingin berhitung jumlah dosa-dosa yang kita sadari telah kita lakukan, mungkin jumlahnya tak terhitung. Tetapi sebagian mungkin sudah lupa dengan kesalahan-kesalahannya. Apa balasan bagi orang-orang yg berbuat dosa? tentu neraka. Coba dibayangkan, 1 hari di neraka = 1000 tahun di dunia. Namun, kita patut bersyukur, Allah swt masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memohon ampun pada-Nya karena sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat [QS Al Baqarah : 37]. Kata at-tawwaab adalah bentuk hiperbola (sighat mubaalaghah) dalam menerima taubat. Artinya: Allah swt menerima taubat hamba-Nya dan mengampuninya selama dia berkeinginan kembali kepada Allah swt, meskipun ia telah melakukan dosa berkali-kali.
HR. Muslim 29/2758 dari Abu Hurairah r.a., "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "sesungguhnya seorang hamba yang telah melakukan dosa, "---lalu berkata, "ya Tuhanku, aku telah berdosa,"---dan mungkin ia berkata, "aku telah berdosa, maka ampunilah aku, "---maka Tuhannya berkata, "Apakah kamu tahu, wahai hamba-Ku, bahwa hamba itu mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa lantaran dosa itu, dan Aku mengampuni hamba-Ku." Lalu ia tetap (berada dalam keadaan) sebagaimana yang dikehendaik Allah. Kemudian ia tertimpa dosa ---atau ia melakukan (perbuatan dosa)--- lalu berkata, "Wahai Tuhanku, aku telah berdosa---atau aku telah tertimpa dosa---lagi, maka ampunilah dosa tersebut, "Apakah kamu tahu, wahai hamba-Ku, bahwa hamba itu mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa lantaran dosa itu, dan Aku mengampuni hamba-Ku. Lalu ia tetap (berada dalam keadaan) sebagimana yang dikehendaki Allah. Kemudian ia melakukan dosa dan mungkin ia berkata, "Aku tertimpa dosa, "atau berkata, "Tuhanku, aku berdosa," atau berkata, "Aku melakukan (perbuatan) dosa lagi, maka ampunilah aku," maka Tuhan berkata, "Apakah kamu tahu, wahai hamba-Ku, bahwa hamba itu mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa lantaran dosa itu, dan Aku mengampuni hamba-Ku ---Aku mengampuni hamba-Ku tiga kali--- maka berbuatlah sekehendakmu." Hadits ini disetujui oleh Al Bukhari (7507).
Imam an-Nawawi berkata, "Perbuatan dosa jika diulang sebanyak seratus atau seribu kali, atau bahkan lebih, dan kemudian pelakunya bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka taubatnya diterima; kalaupun ia bertaubat seluruhnya dengan satu kali taubat (pada akhirnya), maka taubatnya sah." Dalilnya adalah hadits riwayat Muslim (46/2766), Bukhari (3470) dan Ibnu Majah (2622): Dari Abu Sa'id al-khurdi ra., ia berkata bahwa nabi bersabda, "Dulu, ada seseorang yang telah membunuh 99 orang. kemudian ia bertanya, siapa orang yang paling alim (berilmu) di atas bumi ini. kepadanya ditunjukkan seorang rahib (pendeta). Lalu ia mendatanginya seraya berkata bahwa dia telah membunuh 99 orang dan bertanya, apakah dia berhak bertaubat, sang pendeta menjawab, "tidak." Lalu ia membunuh pendeta itu, sehingga (jumlah orang yang dibunuhnya) genap menjadi 100. Kemudian ia bertanya, siapa orang yang paling alim (berilmu) di atas bumi ini. kepadanya ditunjukkan seorang rahib (pendeta). Lalu ia mendatanginya seraya berkata bahwa dia telah membunuh 100 orang dan bertanya, apakah dia berhak bertaubat. orang alim tersebut berkata, "Apa yang menjadi penghalang antara dirimu dan taubat?"

Sumber : Kenikmatan Taubat karya Syeikh Mutawalli Sya'rawi

Mei 25, 2011

Komunikasi Efektif : Aspek Penting dalam Sebuah Organisasi


Komunikasi merupakan aspek yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Apalagi kita sebagai makhluk sosial, dalam menjalani kehidupan sehari-hari pasti menyentuh komunikasi. Terlebih lagi bagi kita yang beroganisasi. Seperti judulnya, tulisan ini mencoba menyoroti komunikasi dalam suatu organisasi. Tulisan ini ditujukan untuk berbagi pemikiran.

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media). (Onong Cahyana Effendi)

Dalam organisasi, komunikasi selalu digunakan misalnya untuk memberitahu informasi terkini, menyampaikan pendapat atau sanggahan saat rapat, mengirimkan short message service berisi undangan rapat dan sebagainya. Baiklah, saya mencoba menarik benang merah, kaitan antara komunikasi efektif dengan pencapaian visi dan misi sebuah organisasi. Sebelumnya, saya mencoba mendefinisikan frase komunikasi efektif yang ada di otak saya. Komunikasi efektif adalah proses komunikasi yang kritis konstruktif, detail dan tepat sasaran. Sedangkan menurut Aribowo Prijosaksono dan Ping Hartono dalam bukunya Make Yourself A Leader, yang dimaksudkan komunikasi efektif adalah komunikasi yang memenuhi nilai REACH (Respect – Empathy – Audible – Clarity – Humble). Respect berarti saling menghormati dan menghargai. Empathy berarti mampu menempatkan diri sesuai kondisi. Audible berarti pesan dapat diterima. Clarity berarti pesan jelas (tidak multitafsir). Humble berarti rendah hati. Komunikasi efektif akan membuat perencanaan strategi atau program kerja menjadi detail dan dimengerti oleh seluruh pihak yang akan menjalankannya. Komunikasi efektif akan membuat pelaksanaan berhasil sesuai dengan perencanaan (bisa rencana A atau rencana B, dst). Keberhasilan strategi atau program kerja secara kontinu akan membawa kita pada kesuksesan pencapaian visi dan misi organisasi.

Sekarang mari kita lihat sedikit faktanya, pernah ada teman yang berkata kepada saya,

“gw ga ngerti deh sama si xxx (nama disamarkan, hehe), disms ga dibales, di telepon ga diangkat, padahal penting terkait program kerja xxx!”

mungkin ini sering terjadi di sekitar temen-temen. Mungkin temen-temen adalah korban. Mungkin temen-temen adalah tersangka. Percayalah komunikasi semacam ini tidak baik. Mari kita lihat fakta lain, pernah ada teman yang bercerita bahwa dia telah menunggu sekian jam untuk membahas program kerja bersama partnernya. Dia rela meninggalkan kuliahnya demi pertemuan tersebut. Namun, diluar dugaan, pertemuannya batal karena partnernya tidak hadir dan tidak memberi kabar, dihubungi pun sulit. Sungguh, ini menzalimi saudaranya. Percayalah komunikasi semacam ini (juga) tidak baik. Atau mungkin teman-teman pernah mengalami yang lebih ekstrim lagi misal gagal (tidak sempurna) menjalankan program kerja unggulan karena miskomunikasi, gagal bertemu pihak dekanat/rektorat karena miskomunikasi, gagal mendapatkan sponsor karena miskomunikasi, gagal merencanakan teknis program kerja karena memaksakan pendapat pribadi, gagal menjalankan program kerja karena saling mengandalkan dan lain sebagainya. Memang masalahnya (red – miskomunikasi) terlihat sederhana tetapi dampak negatifnya besar. Bahkan mungkin bisa menimbulkan ketidakpercayaan seseorang terhadap kita karena kita sering ingkar janji. Ketidakpercayaan ini akan meretakkan interaksi dalam organisasi. Pada akhirnya, berdampak pada pencapaian organisasi tersebut karena kegagalan-kegagalan kecil yang terjadi selama masa kepengurusan. Memang benang merahnya panjang dan ada faktor selain komunikasi. Akan tetapi, menurut saya perlu direnungkan kalimat berikut, aspek komunikasi menentukan sukses tidaknya pencapaian visi dan misi organisasi. Tentunya melalui komunikasi yang efektif seperti disebutkan di atas. Sekarang, bisa dihitung masih awal kepengurusan, momen yang tepat bagi setiap ketua organisasi kampus untuk mengingatkan anggotanya untuk berkomunikasi secara efektif supaya kerja selama setahun bisa optimal. Baiklah. Sekian hipotesa dari saya, semoga bermanfaat.

Oktober 30, 2010

Ekskursi ke Bendungan Ir. H. Djuanda [part 3]

Bangunan Air di bendungan Ir. H. Djuanda

Di waduk jatiluhur, terdapat beberapa bangunan air memiliki fungsi tersendiri antara lain :

1. Bendungan Utama (main dam)

Bendungan utama menggunakan jenis urugan batu (rockfill) dengan inti tanah liat miring (inclined clay core). Inti miring ini disebabkan karena jumlah bahan yang jarang dan fungsinya sebagai pembias rembesan agar tidak menyebabkan piping. Piping adalah istilah untuk kegagalan yang disebabkan oleh rembesan air waduk yang menggerus urugan tanah pada bendung. Inti tanah liat miring membuat preatik line jatuh pada kaki bendungan. Hal inilah yang mencegah terjadinya piping. Namun, inti tanah liat miring ini juga menimbulkan dampak negatif berupa retakan memanjang meski tidak terlalu menjadi masalah. Bendung utama memiliki tinggi 100 m dan panjang 1220 m. Elevasi puncak bendungan berada pada 114.5 m di atas permukaan air laut.

2. Menara Pelimpah

Menara ini tipe morning glory, berfungsi sebagai bangunan pelimpah, pembangkit tenaga listrik dan pengaturan air ke bagian hilir. Menara pelimpah berbentuk silinder dengan diameter 90 m dan tinggi 110 m. Elevasi puncak pelimpah berada pada 107 m di atas permukaan air laut dengan kapasitas pelimpah mencapai 3000 m3 per detik. Di dasar menara terdapat, 2 buah hollow jet yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke menara melalui puncak pelimpah. Kapasitas hollow jet masing-masing 270 m3 per detik. Di bawah hollow jet, terdapat enam buah turbin berdaya masing-masing 31 MW untuk menghasilkan listrik. Penggunaanya tergantung kondisi turbin, kadang digunakan bersama-sama maupun sebagian.

3. Tanggul-tanggul Penutup (saddle dam)

Tanggul penutup berfungsi untuk membatasi air agar tidak keluar dari waduk. Sekaligus berfungsi sebagai pelimpah pembantu jika terjadi kegagalan di waduk saguling dan/atau cirata. Itu untuk menghindari overtoping akibat kelebihan debit air. Di waduk jatiluhur terdapat empat buah tanggul penutup yaitu :

  • - Pasir Gombong Barat, sepanjang 1,950 m
  • - Pasir Gombong Timur, sepanjang 400 m
  • - Ciganea, sepanjang 330 m, dan
  • - Ubrug, sepanjang 550 m, yang dilengkapi dengan pelimpah pembantu/darurat (auxiliary/emergency spillway) berkapasitas 2000 m3 per detik. Namun, pelimpah pembantu ini tidak berfungsi karena keempat pintunya ditutup oleh beton bertulang. Itu disebabkan karena minimnya dana untuk membeli pintu yang harganya mahal.

4. Kolam Waduk

Kolam waduk memiliki luas ± 83 km2 pada TMA +107 dpl dan memiliki kapasitas tampungan 3 milyar m3. Seiring waktu berjalan, waduk jatiluhur mengalami pengendapan. Hingga detik ini, terhitung bahwa jumlah endapan sebesar 500 juta m3. Sehingga tersisa 2.5 milyar m3.

5. Cover Dam

Cover dam berfungsi untuk mengalihkan sementara aliran sungai. Ini didirikan sebelum pembangunan bendungan Djuanda dimulai. Saat aliran dimana bendungan Djuanda akan didirikan telah kering maka saat itu pula bendungan mulai dibangun. Sekarang, cover dam tidak terlihat lagi karena tertutup oleh elevasi air waduk. Letaknya persis di sebelah menara ke arah udik.

Melakukan Kebaikan : Niat Ikhlas dan Jangan Mengharapkan Imbalan

Salah satu kegiatan Temu Etos Nasional (TENs) 2008 adalah operasi bersih sungai ciliwung. Keadaan ciliwung kini sangat memprihatinkan. Badan sungai yang menyempit, kedalaman yang dangkal, banyak sampah, bahkan penyebab banjir Jakarta yan kini hampir setiap tahun, tidak lain merupakan akibat ketidakpedulian masyarakat contohnya kebiasaan membuang sampah ke sungai. Masalah itu menjadi renungan bagi kami. Akhirnya, muncul ide untuk membuat Sekolah Alam Ciliwung (SAC). Program SAC ditujukan untuk anak Sekolah Dasar. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sungai ciliwung sejak usia dini.

Program SAC kami daftarkan ke Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) DIKTI. Awalnya kami berlima ragu tetapi akhirnya kami menguatkan niat untuk ikut serta demi perbaikan lingkungan dan ternyata program kami lolos seleksi pendanaan. Uang sekitar 5 juta-an kami atur demi keberlangsungan program SAC. Kami bekerja sama dengan Komunitas Ciliwung Condet (KCC) yang beralamat di jalan Munggang 6, Condet. SAC mendapat sambutan positif dari KCC dan warga setempat. Mereka mengikutsertakan anaknya ke dalam program ini. Kami menghadirkan dosen Teknik Lingkungan Universitas Indonesia, pejabat pemerintahan bidang lingkungan (Kementrian Lingkungan Hidup-red) untuk memberikan materi serta berdiskusi. Peserta sangat antusias mengikutinya karena kami tidak hanya memberikan materi seperti di kelas tetapi juga menyelingi dengan games, outbond, praktek, menonton film lingkungan. Hasilnya luar biasa, mereka sangat peduli dengan lingkungan khususnya sungai ciliwung. Salah satunya terlihat saat pelatihan dimana mereka saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Selama kurang lebih empat bulan program ini berjalan. Segenap usaha penuh perjuangan karena kami berlima termasuk aktivis kampus, diiringi niat yang tulus tanpa mengharapkan balasan, bahkan sering mengorbankan tenaga, waktu, pikiran maupun harta, apa yang kami lakukan berbuah manis yaitu kami berhak maju ke putaran final Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2009 di Malang. Sebelum itu, kami melewati proses monitoring evaluation yang cukup menguras tenaga dan waktu karena sampai harus bergadang dua hari. Kami sangat gembira kali pertama mendengar kabar ini bahkan awalnya kami tidak percaya tetapi setelah melihat sendiri pengumumannya kami baru percaya. Luar biasa! Sungguh kami tidak menduga sama sekali.

Di PIMNAS XXII, kami mendapatkan kejutan kembali. Kami memperoleh medali perunggu untuk kategori PKM-Pengabdian Masyarakat. Meskipun, persiapannya sangat menekan dan terlihat pas-pasan. Namun, kami cukup berbangga, dengan niat ikhlas, usaha keras dan doa, kami mampu membuktikan bahwa kami bisa berprestasi walaupun kami adalah aktivis kampus! Saat di PIMNAS, salah seorang anggota kelompok berujar, “bener-bener dahsyat ini….saya ngga nyangka bisa sampai sejauh ini”. Perjalanan panjang ini, penuh suka, penuh duka, penuh makna, kami simpulkan menjadi satu kalimat yang semoga menginspirasi teman-teman, niat ikhlas untuk berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan diiringi usaha pantang menyerah, ikhtiar dan doa.

November 09, 2009

Ekskursi ke Bendungan Ir. H. Djuanda [part 2]

Bendungan Ir. H. Djuanda
Bendungan Ir. H. Djuanda atau lebih dikenal dengan sebutan waduk jatiluhur merupakan waduk yang dibuat berdasarkan potensi debit aliran sungai citarum yang mencapai rata-rata 5.5 m3 milyar per tahun dengan debit rata-rata tahunan 175 m3 per detik. Pembangunan bendungan ini dimulai pada tahun 1957 dan mulai dioperasikan pada tahun 1967. Sejak bendungan selesai, diperlukan waktu 3 tahun agar debit air di dalam waduk stabil dan bisa dimanfaatkan. Awalnya, ide bendungan berasala dari Prof. Dr. W.J. Van Blommestein (1948) yang dikaji ulang oleh Ir. Schravendijk dan Ir. Abdullah Angudi pada tahun 1950.
Saat ini, bendungan Djuanda merupakan sebuah cascade yaitu serangkaian bendungan yang disusun seri untuk aliran sungai Citarum. Rangkaiannya adalah bendungan Saguling-bendungan Cirata-bendungan Djuanda. Bendungan Djuanda memiliki menara pelimpah tipe morning glory. Menara ini merupakan satu-satunya pelimpah di dunia yang berfungsi juga sebagai pembangkit listrik. Menaranya terbuat dari cincin beton yang dicor dari atas ke bawah. Sedangkan bagian pinggir menara menggunakan cincin beton. Di dalam morning glory terdapat unit pembangkit listrik antara lain :
- 6 buah pintu air yang berfungsi mengalirkan air ke turbin berdaya masing-masing 31 Mega Watt.
- 2 buah hollow jet dengan 5% bukaan dan berkapasitas 270 m3 per detik.
Air yang berasal dari waduk diusahakan masuk ke turbin terlebih dahulu untuk dirubah menjadi energi listrik. Ada enam buah turbin, 3 diantaranya terletak di terowongan kanan, 3 lainnya di terowongan kiri. Terowongan terbentuk seperti leher angsa yang bagian hulunya lebih tinggi.

Ekskursi ke Bendungan Ir. H. Djuanda [part 1]


Sabtu, 31 Oktober 2009, kami –mahasiswa departemen teknik sipil angkatan 2007-- bersama dengan beberapa dosen matakuliah Perancangan Infrastruktur Keairan melaksanakan ekskursi ke bendungan Ir. H. Djuanda (Jatiluhur) dan bendung Curug. Kami berkumpul di halte teknik, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, sejak pukul 06.30 WIB. Rencana pemberangkatan yang awalnya pukul 06.30 WIB tidak bisa terlaksana karena masih banyak mahasiswa yang belum hadir. Suatu hal yang memiriskan hati. Betapa tidak, generasi penerus bangsa tidak melatih dirinya untuk menjadi seorang yang disiplin. Apa jadinya bangsa ini? Kami bertolak dari UI pukul 07.10 WIB. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 180 menit. Sehingga, kami tiba di waduk jatiluhur, Purwakarta, pukul 11 kurang. Kami langsung menuju kantor pengelola waduk jatiluhur yang jaraknya sekitar 2 km dari waduk dan disambut oleh bapak pangat, bapak jainal dkk.
Begitu sampai, kami langsung dibimbing masuk ke sebuah ruangan besar. Disitu, bapak pangat mempresentasikan mengenai waduk jatiluhur mulai dari sejarahnya hingga pengelolaannya dan dilanjutkan tanya-jawab. Di akhir presentasi, pak herr menjelaskan ulang tentang waduk jatiluhur karena melihat kami yang masih belum paham. Diawali dengan filosofi waduk hingga struktur bendungan Ir. H. Djuanda.
Pukul 12 kurang, kami melanjutkan perjalanan ke bendungan. Cuacanya sangat panas. Kami takjub kali pertama melihat bendungan Ir. H. Djuanda. Apalagi saat melihat menara pelimpah yang ukuran diameternya 90 m dan tingginya lebih dari 100 m. Kami melihat bendungan urugan tanah yang begitu besar, membentang sepanjang 1.2 km. Ketakjuban kami semakin menjadi saat kami melihat menara pelimpah berbentuk silinder tegak dari dekat, bahkan langsung berada diatasnya. Dari puncak bendungan kami melewati jembatan besi menuju ke menara pelimpah. Kami mengelilingi menara pelimpah. Terdapat dua alat pemeliharaan menara. Angkatan kami merupakan angkatan yang tidak beruntung karena tidak bisa melihat turbin penghasil listrik secara langsung karena turbin yang berjumlah 6 buah sedang menjalani perawatan. Turbin-turbin tersebut terletak di dasar bendungan di bawah menara pelimpah.
Perjalanan dilanjutkan menuju bendung utama curug yang terletak di sebelah utara waduk jatiluhur tepatnya di kosambi satu, Purwakarta, Tempat inilah yang membagi debit air ke tiga wilayah yaitu tarum barat (Jakarta, bekasi), tarum utara (pantai utara), tarum timur. Saat tiba disana, kami langsung disambut oleh pihak pengelola. Mereka menjelaskan tentang skema pengelolaan bendung curug. Tak puas kami dijelaskan, kami langsung turun kelapangan. Pertama kami melihat saluran tarum timur. Selanjutnya kami melihat pintu air yang berjumlah 7 dan mini hidro yang sedang menjalankan perawatan. Kami pun diajak untuk melihat pompa hidrolik yang ada di saluran tarum barat. Uniknya, jumlah pompa hidrolik ada 17 buah. Usut punya usut, angka 17 dikaitkan dengan tanggal kelahiran negara Indonesia.
Gerimis kembali turun pertanda akan segera hujan setelah sebelumnya mengguyur kabupaten purwakarta. Kami kembali pulang ke depok kurang lebih pukul 17.00 WIB. Sampai di FTUI pukul 20.00 WIB. Hari yang sangat luar biasa, dapat menimba ilmu dengan langsung turun ke lapangan.

Oktober 09, 2009

Sekolah Alam Ciliwung [part 3]

Minggu, 26 april 2009, di Sekolah Alam Ciliwung diadakan kegiatan untuk memperingati hari bumi sedunia yang jatuh pada tanggal 22 april. Ada sekitar 42 anak yang hadir pada kegiatan ini. Kegiatannya cukup sederhana, kami mengajak anak-anak untuk merenungi kembali apa yang terjadi dengan bumi kita sekarang ini, ceilah, mentang-mentang temanya hari bumi. Kami memulai diskusi dengan memberika wacana apa itu bumi? Untuk apa kita tinggal disini? Apa yang seharusnya kita lakukan untuk memelihara bumi? Hingga kami membawa diskusi ke arah fungsi tanah bagi tumbuhan. Kami membagi mereka menjadi beberapa kelompok yang dipegang oleh dua/satu orang fasilitator. Diskusi cukup menarik dan atraktif. Diskusi tidak hanya yang bersifat serius tetapi diselingi lelucon. Bahkan, ada satu kelompok yang sampai terbahak-bahak menahan ketawa akibat lelucon.
Di akhir kegiatan, kami mengajak anak-anak untuk menonton film lagi. Film tentang keadaan bumi kita sekarang. Alur film dibuat agar anak-anak merenungi keadaan bumi kita sekarang hingga akhirnya mereka bisa tergugah untuk senantiasa memelihara bumi. Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. Itu yang ingin kami tanamkan. Sebelum berpisah, kami berpesan kepada mereka untuk mengingat-ingat materi yang telah kami sampaikan.
Sebenarnya, di pagi hari, ada pula kegiatan peringatan hari bumi, yang terlibat adalah anak-anak panti asuhan. Pihak panti menginginkan agar anak-anak asuhannya mendapatkan informasi mengenai lingkungan sekaligus memperingati hari bumi sedunia. Ada sekitar 40-an anak yang ikut peringatan tersebut. Kegiatan diawali dengan diskusi bersama pak kodir, ketua komunitas ciliwung condet. Cukup aktif diskusi yang terjadi antara peserta dan pak kodir. Selanjutnya, mereka di bawa ke bawah (dekat sungai ciliwung) untuk melihat-lihat keadaan sekitar. Dan kegiatan diteruskan dengan games. Semuanya terlihat bahagia, tidak satupun yang terlihat bersedih. Kegiatan ini diakhiri pukul 12 siang sebelum kegiatan Sekolah Alam Ciliwung.